web 2.0
Tampilkan postingan dengan label II-00 Kitab al-'aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label II-00 Kitab al-'aqidah. Tampilkan semua postingan

04-16:7

Dan yang dimaksud al-Jama'ah yang kita diperintah untuk berpegang teguh padanya maksudnya ialah pra shahabat, para Ulama, al-haq dan ahlinya, dan kepemimpinan seorang muslim (amiirul mukminin), serta as-sawaadul a'zham.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah II-04)

04-14:3

Dan fitnah tersebut (yaitu fitnah diangkatnya ilmu oleh Allah) merupakan asal dari fitnah-fitnah.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah II-08)

04-13:5

Di antara sebab munculnya bid'ah ialah menyerupai atau meniru-niru suatu kaum.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah II-08)

04-13:3

Dan barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia seperti atau termasuk mereka. Yaitu barangsiapa menyerupai suatu kaum dalam hal kekafiran maka ia termasuk mereka dalam hal kekafiran.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah II-08)

04-13:2

Dan dijadikan kehinaan dan kesempitan bagi orang-orang yang menyelisihi perintah Nabi.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah II-04)

04-13:1

Tujuan islam adalah agar manusia menyembah Allah saja. Dan kekuasaan bukanlah tujuan.

(al-Fawaa-id al-'ilmiyyah II-03)

04-10:2

Dari kisah ini (yaitu kisah Nabi Musa -'alaihis salam dan para penyihir di masa Fir'aun) menunjukkan adanya ibroh dan anjuran mempelajari kisah para Nabi.

لقد كان في قصصهم لعبرة لأول الباب
.

"Sungguh adalah pada kisah-kisah mereka itulah benar-benar terdapat ibroh (pelajaran berharga) bagi orang-orang yang memiliki akal."

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah II-02)

04-10:1

Hukum ini (yakni bahwasanya mereka tidaklah mendapatkan keberuntungan) merupakan hukum bagi seluruh penyihir di seluruh zaman. Dikarenakan kalimat yang digunakan ialah as-saahir dan tidak menggunakan haa-ulaa-is saahir.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah II-03)

04-09:4

Dari kisah Nabi Musa -alaihis salam dan para Penyihir dapat diambil pelajaran:
Adanya ancaman keras kepada orang yang mendatangi tukang sihir bahwa ia juga tidak akan mendapat kebaikan di dunia lebih lagi di akhirat.

(al-Fawaa-id al-Ilmiyyah II-03)

04-09:2

Orang yang datang kepada penyihir maka ia lebih lagi tidak mendapatkan kebaikan dan keburuntungan di dunia, apalagi di akhirat.

(al-Fawaa-id al-Ilmiyyah II-03)

04-09:3

Bathilnya hal mengobati sihir dengan sihir semisalnya karena hal ini adalah yang terlarang dan merupakan amalan syaithan. Dan tidaklah beruntung penyihir itu haitsu ataa(darimanapun ia datang).

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah II-08)

04-09:1

Sihir itu tidak satu cara atau tidak satu bentuk dan bagaimanapun cara/bentuk tersebut mereka tidak akan mendapat manfaat sedikitpun.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah II-08)

03-05:6

Ahlul ilmi umat ini dibangkitkan di setiap zaman yang mana saat ini telah tidak diutus lagi seorang rasul.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah II-02)

03-04:4

al-Hasan al-Bashri berkata bahwa akan datang suatu zaman yang mana banyak khuthaba'nya (orang yang banyak bicara urusan agama) dan sedikit ulama'nya.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah II-02)

03-04:1

Ihsan dilihat dari hatinya yang seperti melihat Allah atau merasa dilihat oleh Allah, dan ini dimiliki oleh orang-orang yang berilmu yang mereka khasyyah kepada Allah secara hakiki.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah II-05)

04-06:4

Namun kemudian mereka (para penyihir) mengeluarkan syubhat sehingga mereka kembali bersatu dan datang dengan bershaf-shaf. Dan syubhat mereka ini seperti tuduhan atau syubhat Fir-aun kepada Musa.
إن هذان لساحران يريدان أن أخرجاكم من أرضكم بسحرهما ويذهبا بطريقتكم المثلى.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah II-09)

04-07:4

قل هذه سبيلي أدعو إلى اللهزعلى بصيرة أنا ومن اتبعني وسبحان الله وما أنا من المشركين
.
Katakanlah, "Inilah jalanku, aku menyeru kepada Allah di atas petunjuk, yaitu aku dan orang yang mengikutiku. Dan maha suci Allah, tidaklah aku termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya."
Dari kisah tersebut (Nabi Musa dan para penyihir) terdapat pelajaran yakni kabar gembira bagi para da'i yang menyeru kepada kebenaran.
Dan sesungguhnya Allah akan menolong orang-orang yang beriman.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah II-09)

04-05:4

Dan sihir tidak ada sedikitpun manfaat dan faedahnya, melainkan ia hanya merusak dan menimbulkan kerugian.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah II-08)

04-05:5

"Dan tidaklah beruntung tukang sihir itu dari mana saja ia datang."
Dan hal ini merupakan ketetapan dari Allah bahwa tukang sihir tidak akan mendapat kebaikan sedikitpun di dunia & akhirat.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah II-08)

04-06:5

وقد أفلح اليوم من استعلى
.
Para penyihir itu berkata, "Dan sungguh beruntung pada hari itu siapa yang lebih unggul."
Namun Allah membantah bahwa tidak lah beruntung semua penyihir itu darimanapun ia datang.
إنما صنعوا كيد الساحر
ولا يحفلح الساحر حيث أتى
.
"Sesungguhnya apa yang mereka perbuat hanyalah tipu daya penyihir, dan tidaklah meraih kebahagiaan semua penyihir itu dari mana ia datang."

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah II-08)