web 2.0
Tampilkan postingan dengan label I-01 Bab keutamaan ilmu dan ahlinya- menuntut ilmu serta mengajarkannya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label I-01 Bab keutamaan ilmu dan ahlinya- menuntut ilmu serta mengajarkannya. Tampilkan semua postingan

04-16:4

Maka akan ada di kemudian hari fitnah yang mana orang yang duduk lebih baik dari orang yang berdiri, yang berdiri lebih baik dari yang berjalan, orang yang berjalan lebih baik dari yang berlari.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah I-01)

04-16:3

Sesungguhnya kebaikan yang sempurna ialah yang bersumber dari ilmu dan ahli ilmu.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah  I-01)

04-14:8

Senantiasa manusia dalam kebaikan selama mereka memuliakan orang yang berilmu mereka dan orang yang lebih tua mereka.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah I-01)

04-14:7

Allah mengangkat derajat siapa yang Allah kehendaki. Imam Malik rahimahullaah berkata, "yaitu dengan ilmu."

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah I-01)

04-14:6

Dan amalan yang paling utama (dalam menghadapi fitnah) ialah duduk dengan orang yang berilmu dan bersama mereka.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah I-01)

04-14:4

Dan amalan yang teragung pada masa itu (yaitu masa banyaknya fitnah-fitnah) ialah menuntut ilmu, mempelajarinya, dan mengajarkannya.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah I-01)

04-14:2

Sesungguhnya Allah tidaklah mengangkat ilmu sekaligus pada seseorang. Akan tetapi dengan mewafatkan para Ulama.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah I-01)

04-14:1

Di antara dekatnya hari kiamat ialah diangkatnya ilmu dan nampaknya kebodohan.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah I-01)

03-05:5

Allah mengangkat seseorang atau suatu kaum dengan ilmu ini, dan menhinakan dengannya pula seseorang atau kaum yang lain.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah I-01)

03-05:3

Orang yang berilmu meskipun sudah mati tapi dia seperti hidup di tengah-tengah manusia.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah I-01)

03-05:2

"Orang yang jahil (tidak berilmu) meskipun jasadnya ada tapi dianggap tidak ada." Ngebak-ngebaki nggon.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah I-01)

03-04:5

"Ahludz Dzikr ialah rujukan manusia (marja'un naas)". Menunjukkan para Ulama' mereka disifati dengan sebagai ahludz dzikr dikarenakan tidaklah mungkin disuruh bertanya kepada seseorang melainkan kepada yang memiliki ilmunya.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah I-01)

03-04:3

Ulul amri ialah al-'ulamaa' wal 'umaraa' dan ini berdasarkan tarjij imam al-Qurthubi dan imam Ibnu Katsir.
Sementera menurut Ibnu Abbas, Atha', dan Mujahid tafsir "wa ulil amri minkum" maksudnya ialah "ahli fiqhi wad diin" (ahli fiqh dan urusan agama).

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah I-01)

03-04:2

Bagi orang yang kurang berilmu (mengenal) tentang Allah, mereka ibadahnya hanya sebagai taklif (beban) bukan nikmat/kebutuhan.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah I-01)

04-04:1

"Dan Kami jadikan mereka imam-imam yang mana mereka menunjuki manusia dengan petunjuk Kami, yang mana mereka telah bersabar sebelumnya dan mereka dengan ayat-ayat Kami mereka meyakininya."

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah I-01)

03-03:7

"Allah mengangkat orang yang beriman, dan meninggikan lagi orang yang diberi ilmu dengan beberapa derajat."
Allah mengangkat dengan kitab ini suatu kaum dan merendahkan pula kaum yang lain karenanya.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah I-01)

03-03:3

Allah meng-athof-kan /menyandingkan persaksian ahlul ilmi dengan persaksian-Nya, yang mana persaksiaan Allah ialah seagung-agung persaksian. Dan yang dipersaksikan ialah perkara tauhid yang mana perkara tersebut seagung-agung perkara yang mencakup ilahiyyah Allah dan hakekat ibadah yang haq.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah I-01)

03-03:5

Allah tidakkah memerintahkan pada nabi-Nya untuk meminta ziyaadah melainkan ziyaadah ilmu.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah I-01)

03-03:4

Orang yang senantiasa berilmu tidaklah sama dengan orang yang senantiasa tidak berilmu dari segi keutamaan, jalan menuju Allah, aqidah, ibadah, akhlak, serta kemanfaatan dalam hidupnya.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah I-01)

03-03:1

Di antara tanda dekatnya Kiamat ialah diambilnya ilmu dari ash-shagir. Dan dalam riwayat lain ru-uusan juhalaa' yang mereka sesat dan menyesatkan.

(Al-fawaaidul 'ilmiyyah I-01, I-03, II-02, II-08, II-10)