web 2.0
Tampilkan postingan dengan label I-04 Bab akhlaq penuntut ilmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label I-04 Bab akhlaq penuntut ilmu. Tampilkan semua postingan

04-19:3

"Maka Allah yang memberi petunjuk dan berbahagialah wahai orang yang diberi taufik dan tidak bahagialah dan tidak mendapat petunjuk orang yang hasad dan menyimpang."

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah I-04)

04-19:2

Maka sesungguhnnya kebaikan itu adalah pemberian dari Allah maka tidak boleh seseorang itu iri terhadap pemberian Allah 'azza wa jalla.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah I-04)

04-19:1

Dan tidaklah hasad menimpa melainkan membuahkan kegelisahan dan kesengsaraan di dunia lebih-lebih lagi di akhirat.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah I-04)

04-18:7

Maka tulisan ini (kitab Syaikh Jibrin rahimahullaah tentang al-Hasad) adalah tulisan yang aku (Syaikh Jibrin) menulisnya yaitu tentang al-hasad, pengaruh-pengaruhnya, bahaya-bahayanya, dan apa yang ia menjadi sebab musibah-musibah, kejelekan-kejelekan, serta fitnah-fitnah... dengan harapan orang yang menbacanya dengan inshaf (adil) dan jujur mereda pengaruh dari penyakit ini...

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah I-04)

04-17:1

Kemudian hal yang hendaknya dilakukan di kala munculnya fitnah-fitnah ialah hendaknya istiqomah serta memperbanyak amal ibadah, shalat, bersedekah, amar ma'ruf dan nahi munkar.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah I-04)

04-16:6

Dan termasuk yang dimaksud as-sukuut (diam) ialah tidak melakukan perbuatan / amalan dan tidak mengucapkan suatu perkataan melainkan mempertimbangkan mashlahat dan madharatnya.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah I-04)

04-10:3

Faedah terakhir dari kisah Nabi Musa dan para penyihir Fir'aun ialah:

ومن يتوكّل على الله فهو حسبه
.

"Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah maka Allah lah yang mencukupinya."
Meskipun para penyihir itu sangat banyak bahkan mereka bersatu dan bershaf-shaf.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah I-04)

03-05:4

Orang yang baik ketika meninggal maka ia istirahat dari dunia, orang yang jelek ketika dia mati maka dunia istirahat darinya.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah I-04)

04-03:1

Dan iman itu tempatnya di surga dan ucapan yang keji dan kasar maka hal itu tempatnya di neraka.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah I-04)

04-02:3

Karenal malu akan mencegah dari perbuatan yang tercela dan perkataan yang tidak pantas. Dan tidaklah ia itu mencegah dari kebaikan atau kebenaran atau amru bil ma'ruf dan nahyu 'anil munkar.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah I-04)

04-02:2

Perbedaan antara al-hayyaa-u dan al-khajal ialah al-hayyaa-u merupakan buktu dari bersihnya jiwa seseorang dan merasa diawasi Allah.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah I-04)

04-05:1

بدأ الشيخ عبد الرزاق حفظه الله بالخطبة حجة والدعاء إلى الله
.
Telah memulai asy-syaikh 'abdur razzaq hafizhahullah dengan khutbatul haajah dan do'a-do'a kepada Allah.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah I-04)

04-02:3

Karenal malu akan mencegah dari perbuatan yang tercela dan perkataan yang tidak pantas. Dan tidaklah ia itu mencegah dari kebaikan atau kebenaran atau amru bil ma'ruf dan nahyu 'anil munkar.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah I-04)

04-02:4

Sedangkan khajal: ialah mencegah diri dari yang baik.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah I-04)

04-02:1

Al-hayyaa-u, diambil dari al-hayyaatu mashdar hayyun: akhlak dimana yang membawa seseorang untuk meninggalkan perbuatan yang tercela yang mencegah dari mengurangi hak Allah dan hak hamba-hamba-Nya.

(al-Fawaa-id al-'Ilmiyyah I-04)

03-02:3

"Ilmu adalah ibadah hati." Beriman dengannya adalah amalan qalb. Mengingat Allah dengannya adalah ucapan qalb. (Al-Fawaaid al-'ilmiyyah I-01, I-03, II-01, II-06, III-02)

Al-Fawaaid Al-'Ilmiyyah I

I-00 Kitab al-ilmi dan adab menuntut ilmu, I-01 Bab keutamaan ilmu dan ahlinya- menuntut ilmu serta mengajarkannya, I-02 Bab jalan menuntut ilmu- bekal dan adab-adabnya, I-03 Bab penghalang-penghalang dalam jalan menuntut ilmu, I-04 Bab akhlaq penuntut ilmu, I-05 Bab keutamaan senantiasa berdzikir kepada Allah dan berdo'a hanya kepada-Nya,